Jakarta - Isu bahan bakar minyak (BBM) langka mulai mencuat setelah beberapa SPBU Pertamina yang disebut tak lagi menjual subsidi jenis Pertalite.
Isu tersebut berhembus hanya beberapa hari setelah Pemerintah Indonesia melalui PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga BBM mulai 4 Mei 2026.
BBM non-subsidi, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax Dex naik signifikan. Tetapi tidak dengan Biosolar, Pertalite, dan Pertamax.
Hingga saat ini harga BBM Pertalite masih sama seperti sebelumnya, yakni Rp 10.000 per liter.
Menanggapi isu tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, membantah adanya polemik terkait kelangkaan BBM di Indonesia, terutama Pertalite.
"Untuk stok BBM saat ini tetap dijaga dalam kondisi cukup ya, sesuai dengan kebutuhan," kata dia dikutip, Selasa (5/5/2026).
Dia menghimbau bagi konsumen yang mendapati stok Pertalite kosong, dapat segera melapor ke Pertamina agar segera ditindaklanjuti.
"Pelaporan dapat dilakukan melalui Call Center Pertamina di 135 yang beroperasi selama 24 jam penuh," tambahnya.
Adapun sejumlah SPBU tak melayani pembelian BBM subsidi, menurut dia SPBU tersebut termasuk dalam kategori Signature memang tidak menjual BBM subsidi, termasuk Pertalite.
“SPBU tersebut mengajukan peningkatan status menjadi SPBU Signature, di mana SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi," lanjutnya.

0Komentar