Infonasionalnews - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, bukan sekadar membagikan makanan. Penegasan itu disampaikannya usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menjelaskan tujuan utama MBG adalah menyediakan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan, melainkan dari kualitas gizi yang diterima masyarakat.

"Kita menyediakan gizi yang sesuai, namanya makan bergizi gratis, bukan makan enak gratis, atau bukan makan banyak gratis, bukan," ujar Sudaryono.

Ia mengatakan sasaran utama program MBG meliputi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus terhadap pemenuhan gizi. Kelompok tersebut menjadi prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Selain menjelaskan tujuan program, Sudaryono juga menegaskan dirinya maupun anggota keluarganya tidak memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Penegasan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan awak media terkait kepemilikan dapur MBG.

"Enggak ada, enggak ada, saya tak punya SPPG, saya tak punya dapur, tidak. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur SPPG," katanya.

Sudaryono menambahkan, BGN akan terus mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pemerintah. Lembaga tersebut akan memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan bergizi sesuai standar yang telah ditentukan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat tata kelola dan pelaksanaan program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. (Zat)