JAKARTA -Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 mencatat angka approval rating Presiden sebesar 51,1 persen .
Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan hasil survei sebelumnya.
Pada November 2025, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo masih mencapai 81,2 persen, kemudian menurun menjadi 66,4 persen pada Maret 2026 .
*Hasil Survei SMRC Juli 2026*
Survei SMRC bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden" dilakukan pada 5 hingga 19 Juli 2026.
Sebanyak 51,1 persen responden menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo .
Di sisi lain, responden yang menyatakan kurang puas atau tidak puas mencapai 46,9 persen, sementara 2,1 persen tidak menjawab . Angka ketidakpuasan ini meningkat signifikan dibandingkan November 2025 yang hanya 16 persen .
Survei ini melibatkan 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah .
Populasi dibagi menjadi dua subpopulasi, yaitu pemilih yang memiliki telepon seluler dan pemilih yang tidak memiliki telepon seluler.
Pada subpopulasi yang memiliki telepon seluler, sebanyak 605 responden dipilih menggunakan double sampling dan diwawancarai melalui telepon (83,8 persen).
Sementara pada subpopulasi yang tidak memiliki telepon seluler, sebanyak 144 responden dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka (16,2 persen) .
Total margin of error survei diperkirakan sebesar 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen .
SMRC menjelaskan hasil survei selanjutnya melalui proses validasi dan pembobotan data (weighting) agar komposisi sampel proporsional terhadap karakteristik populasi.
Pembobotan dilakukan apabila terdapat perbedaan demografi antara sampel dan populasi, dengan mempertimbangkan wilayah, jenis kelamin, desa-kota, usia, tingkat pendidikan, etnis, dan agama.
SMRC merupakan lembaga riset independen yang secara berkala melakukan survei opini publik mengenai politik, ekonomi, dan pemerintahan di Indonesia.
*Penjelasan SMRC Mengenai Faktor Penurunan*
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan penurunan tingkat kepuasan publik berkaitan erat dengan persepsi masyarakat terhadap berbagai aspek.
"Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," kata Deni .
Kondisi ekonomi menerima respons paling negatif di antara ketiga bidang tersebut.
Hampir separuh responden atau 49,4 persen menilai ekonomi dalam kondisi "buruk" atau "sangat buruk".
Hanya 15,7 persen responden yang menggambarkan kondisi ekonomi saat ini "baik" atau "sangat baik", turun tajam dari 40 persen pada November 2025 .
"Ada lebih dari tiga kali lipat responden yang memandang ekonomi secara negatif dibandingkan yang melihatnya positif," kata Deni.
"This confirms what many economists have argued: the headline economic growth figures do not necessarily reflect people's economic conditions on the ground," tambahnya .
Persepsi publik terhadap iklim politik di bawah kepemimpinan Prabowo juga memburuk. Penilaian negatif mencapai 42,8 persen, sementara hanya 13,5 persen yang memiliki pandangan positif .
Survei juga menunjukkan melemahnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, dengan hanya 26,4 persen responden yang memandang penegakan hukum positif, sementara 37,6 persen menganggapnya buruk .
Deni menyatakan penurunan tersebut mencerminkan insiden-insiden yang memicu kekhawatiran atas menyusutnya ruang sipil di bawah pemerintahan Prabowo, termasuk kasus serangan air keras terhadap aktivis hak asasi Andrie Yunus oleh tentara pada Mei lalu.
Ia menambahkan bahwa kasus korupsi dalam program makanan gratis yang melibatkan mantan kepala dan dua deputi Badan Gizi Nasional (BGN) juga turut memengaruhi hasil survei .
"The findings confirm that the public senses the potential for corruption in the implementation of several government programmes, such as free meals and Red and White Cooperative programmes," kata Deni .
*Persepsi Publik terhadap Program MBG*
Survei SMRC juga mencatat tingkat kepuasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus menurun. Pada Juli 2026, sebanyak 61,6 persen publik merasa kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaan MBG, sementara yang puas hanya 33,8 persen .
Tingkat kepuasan terhadap MBG turun dari 62,5 persen pada November 2025 menjadi 53,1 persen pada Februari–Maret 2026, lalu 33,8 persen pada Juli 2026.
Selain itu, survei SMRC menemukan 61,1 persen masyarakat kurang atau tidak yakin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan berkembang atau maju .
*Perbandingan dengan Survei Lembaga Lain*
Beberapa lembaga survei lain juga merilis hasil pengukuran kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam periode yang berbeda, dengan angka yang bervariasi.
Poltracking Indonesia pada survei periode 11–17 Mei 2026 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 72,2 persen.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyebutkan angka ini terdiri dari 6,2 persen sangat puas dan 66,0 persen cukup puas.
Survei ini melibatkan 1.220 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error 2,9 persen .
Indekstat Konsultan Indonesia pada survei 11–25 Januari 2026 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo dan Wapres Gibran sebesar 79,2 persen.
Survei dilakukan dengan melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi dan margin of error ±2,9 persen .
Sementara itu, Indonesia Development Monitoring (IDM) pada survei 11–20 Juli 2026 mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 81,5 persen.
*Mengapa Hasil Survei Bisa Berbeda*
Perbedaan angka hasil survei antarlembaga merupakan hal yang wajar dalam riset opini publik.
Beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan hasil antara lain waktu pengambilan data, metode sampling, ukuran sampel, margin of error, serta dinamika isu nasional yang berkembang.
Survei SMRC Juli 2026 dan IDM Juli 2026 misalnya dilakukan dalam periode yang berdekatan, namun menghasilkan angka yang berbeda signifikan.
Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memahami metodologi masing-masing lembaga dalam membaca hasil survei.
Perbedaan hasil juga dipengaruhi oleh desain metodologi, termasuk teknik pengambilan sampel, moda wawancara (telepon atau tatap muka), proses pembobotan data, ukuran sampel, dan margin of error. Karena itu, hasil survei sebaiknya dibaca bersama metodologi yang digunakan masing-masing lembaga .
*Survei sebagai Instrumen Evaluasi Publik*
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi hasil survei SMRC dengan menyatakan bahwa survei merupakan potret opini publik yang bersifat dinamis.
"The nature of surveys is that they reflect public opinion at a particular moment. They are dynamic—they can rise and fall," ujar Qodari di Surabaya, Rabu (29/7/2026) .
Qodari mengatakan pemerintah menghormati hasil survei dan akan menggunakannya sebagai masukan untuk evaluasi kebijakan.
Namun, ia menyatakan hasil survei juga harus dibandingkan dengan temuan lembaga riset lain untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai sentimen publik .
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan tetap fokus bekerja untuk masyarakat, bukan mengejar angka survei.
"Dari awal selalu kita sampaikan kami bekerja bukan dalam rangka mencari survei," tegas Prasetyo di Batang, Kamis (30/7/2026).
"Kami meyakini apa yang kita kerjakan, program yang diputuskan oleh Bapak Presiden, program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga, memang semuanya berorientasi untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.
Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya tengah mempelajari hasil survei terbaru tersebut.
"Tentunya kami sedang mempelajari dan juga kami kaji. Tentunya hasil survei itu adalah berupa masukan-masukan, ya. Nantinya kita akan kompilasi," kata Dasco ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/7/2026) .
Sejumlah peneliti survei menilai hasil survei sebaiknya dibaca bersama metodologi, waktu pelaksanaan, dan dinamika isu yang berkembang pada saat pengumpulan data sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai persepsi publik.
Hasil survei merupakan salah satu indikator persepsi publik yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah maupun masyarakat, dan tidak identik dengan elektabilitas maupun prediksi hasil pemilu.

0Komentar