Infonasionalnews - Industri game Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Optimisme tersebut didukung oleh pertumbuhan sektor aplikasi dan game yang mencapai 18,22% dibandinhkan tahun sebelumnya.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan, perkembangan industri tersebut sejalan dengan kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang mencapai 7,3% pada 2025.
"Kalau kita melihat dari data bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional di tahun 2025 sudah 7,3%. Artinya, kami optumis dalam satu tahun ke depan itu melampaui 8%," ujar Riefky di acara Hari Game Indonesia, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Ia menambahkan, pertumbuhan aplikasi dan game sebesar 18,22% juga memberikan damkak positif terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif.
Menurut Riefky, investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap PDB menjadi sejumlah indikator yang digunakan pemerintah untuk mrngukur perkembangan ekonomi kreatif, termasuk subsektor game.
Dari sisi unvestasi, pemerintah terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memperkuat industri game nasional.
Salah satu upaya tersebut dilakukan pada 2025 melalui kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif dengan Komdigi, Kementerian Perdagangan, dan Pemprov DKI Jakarta dengan membawa 10 developer game terbaik Indonesia ke Jerman.
Para developer tersebut mendapat pendampingan untuk bertemu dengan calon investor sekaligus membuka peluang kerja sana dan pengembangan bisnis di pasar internasional.
"Bagaimana investasi ke sektor game ini bisa semakin meningkat, salah satunya kolaborasi dengan Komdigi dan Kementerian Perdaganhan serta Pemda DKI yang kami lakukan di tahun 2025," kata Teuku Riefky.
Upaya memperluas akses pasar internasional juga dilakukan melalui keikutsertaan developer Indonesia dalam berbagai ajang industri game dunia, salah satunya Tokyo Game Show.
Selain investasi, pemerintah menempatakn ekspor sebagai salah satu fokus dalam pengembangan industri game nasional. Promosi produk lokal terus dilakukan agar game buatan Indonesia semakin dikenal dan memiliki peluang masuk ke pasar global.
Salah satu bentuk promosi dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif dengan menampilkan sembilan game lokal di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sehingga pengunjung dapat mencoba langsung produk tersebut.
Pemerintah juga akan melanjutkan penguatan ekosistem industri melalui berbagai kegiatan, termasuk Indonesia Game Developer Exchange atau IGDX yang mempertemukan pelaku industri dan membuka peluang kolaborasi.
Sementara itu, penguastan sumber daya manusia menjadi bagian lain dari strategi pemerintah. Program pelatihan dan pendampingan dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk melalui kolaborasi yang sebelumnya dijalankan dengan Google Play.
Riefky menegaskan, pengembangan industri game nasional tidak hanya berorientasi pada promosi produk, peningkatan investasi, dan pelatihan tenaga kerja.
Pemerintah juga akan memperkuat kolaborasi dengan asosiasi dan komunitas, termasuk Asosiasi Game Indonesia (AGI) serta komunitas board game, melalui berbagai program seperti game seed.
Dengan pertumbuhan aplikasi dan game yang mencapoai 18,22%, pemerintah berharap penguatan investasi, ekspor, dan tenaga kerja dapat semakin meningkatkan kontribusi subsektor tersebut terhadap ekonomi kreatif nasional. "Kami optimistis industri game Indonesia dapat semakin kuat sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi," tandasnya.(Zat)
0Komentar