Infonasionalnews - PALANGKARAYA, Masyarakat di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mendadak heboh dengan pemandangan tak biasa di langit, Kamis (20/8/2026) sore. Matahari sore itu tampak berwarna lebih merah dan menyala. Sehingga terlihat jelas di balik langit yang diselimuti kabut asap.
Fenomena tersebut menarik perhatian warga yang langsung mengabadikan momen langka tersebut. Dari pengamatan di kejauhan, matahari terlihat seperti bola merah menyala yang menyembul di antara pepohonan. Namun kondisi langit tengah kelabu imbas pekatnya asap yang menyelimuti kawasan Kota Palangka Raya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, menilai matahari tampak merah kemungkinan dampak dari partikel-partikel asap di udara sehingga memengaruhi cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi. "(Matahari bersinar merah) bisa dipengaruhi dari kabut asap karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah," ujarnya.
Candra menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat cahaya melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel, warna dengan panjang gelombang tertentu lebih banyak tersebar. Sehingga matahari dapat terlihat kemerahan, terutama ketika menjelang sore karena posisinya mulai rendah.
"Karena jika dilihat dari citra sebaran asap kemarin sore, terlihat wilayah kalimantan tenagh sebagian besarnya sudah tertutup asap," imbuh Chandra.
Bagi warga Palangka Raya, pemandangan tersebut bukan sekadar fenomena langit yang menarik untuk diabadikan. Warna merah pada matahari sekaligus menjadi gambaran kondisi udara yang tengah dihadapi masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas karhutla.
Langit dengan matahari merah yang diabadikan warga pada Kamis sore menjadi sorotan dan perhatian masyarakat. Namun, bagi warga Palangkaraya, pemandangan unik dengan matahari terlihat sangat kontras membuat masyarakat terkagum-kagum sekaligus khawatir.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lahan dan ekosistem, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak asap, terutama ketika kualitas udara menurun. Penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan," pungkasnya. (Zat)
0Komentar