Jakarta- Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung mengerahkan personel ke wilayah terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, TNI juga menyiapkan kekuatan dan sarana pendukung untuk mempercepat distribusi serta mobilisasi personel dan logistik, yaitu dengan menyiapkan pesawat Hercules dan KRI. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.

“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).

Saat ini prajurit yang dikerahkan untuk untuk mengevakuasi dan menangani masyarakat terdampak berasal dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, dan Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.

Nas menyatakan TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, dan instansi terkait lainnya agar penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

Adapun menurut data BNPB, hingga Sabtu pukul 12.30 WIB, jumlah warga meninggal dunia akibat gempa tercatat sebanyak 14 orang. Sementara 2 orang luka berat dan 11 luka ringan. BNPB juga mencatat kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Manggarai (6 orang), Kabupaten Manggarai Timur (5 orang), dan Kabupaten Sikka (3 orang). Selain korban jiwa, sekitar 5 kepala keluarga (KK) terdampak dan sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri.

Sementara dari aspek kerusakan, saat ini tercatat 54 unit rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada 5 fasilitas kesehatan, 1 fasilitas pendidikan, 1 gudang Bulog, 3 fasilitas ibadah, serta 6 kantor pemerintahan.

Wilayah yang paling terdampak bencana secara signifikan yaitu Kabupaten Manggarai, disusul Kabupaten Manggarai Timur. Seluruh data korban masih terus dalam proses verifikasi dan validasi, sehingga bisa berubah.