DEKANNEWS - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan pendidikan tinggi jenjang D-4 hingga S-3 mengalami peningkatan dari 11,28 persen pada Agustus 2024 menjadi 14,31 persen pada Mei 2026. Kondisi ini menunjukkan tantangan penyerapan tenaga kerja terdidik di tengah pertumbuhan jumlah lulusan perguruan tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan LPEM FEB UI, ketidaksesuaian antara program pendidikan dan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan tersebut.
Ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja juga tercermin dari fenomena underemployment, ketika pekerja menempati pekerjaan yang berada di bawah tingkat pendidikan atau kualifikasinya.
Sebanyak 8,01 juta lulusan S-1 tercatat bekerja di bawah tingkat pendidikannya. Kondisi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi sarjana dalam memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan.
Penyerapan lulusan sarjana di sektor tenaga tata usaha mencapai 31,0 persen. Sementara itu, sektor tenaga usaha jasa dan penjualan menyerap 29,6 persen lulusan.
Distribusi tersebut menunjukkan bahwa sebagian tenaga kerja berpendidikan tinggi masih terserap pada pekerjaan yang tidak sepenuhnya mencerminkan tingkat pendidikan mereka. Situasi ini turut menyoroti kesenjangan antara pertumbuhan tenaga terdidik dan ketersediaan pekerjaan profesional.
Fenomena tersebut memperlihatkan tantangan penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi di Indonesia. Pertumbuhan jumlah lulusan perguruan tinggi perlu diimbangi dengan pengembangan kesempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan industri. (Zat)
0Komentar