Jakarta- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari mengatakan sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hal ini tecermin dari jumlah kunjungan turis asing yang meningkat ke dalam negeri sehingga mendorong pertumbuhan devisa hingga 6,3 persen.
Qodari menyebutkan pertumbuhan devisa ini membuktikan bahwa wisatawan mancanegara tidak sekadar berkunjung, tapi turut membelanjakan uangnya di dalam negeri.
"Peningkatan jumlah kunjungan yang diiringi peningkatan pengeluaran ini mendorong pertumbuhan devisa pariwisata," ujar Qodari dalam konferensi pers, di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (17/6).
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata per 14 Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 4,33 juta kunjungan.
Menurutnya, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing tetap terjaga meski dunia masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global.
"Pertumbuhan ini tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia. Didukung oleh strategi pemasaran yang adaptif melalui optimalisasi pasar jarak dekat dan menengah," jelasnya.
Ia menyebutkan, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada triwulan I 2026 mencapai US$ 1.345,61 atau sekitar Rp 22,68 juta per kunjungan. Nilai tersebut meningkat 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni US$ 1.277,17 atau sekitar Rp 20,89 juta per kunjungan.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan nilai belanja per kunjungan, devisa yang dihasilkan sektor pariwisata juga ikut tumbuh.
Kementerian Pariwisata mencatat per 22 Mei 2026 menunjukkan devisa pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai US$ 4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun. Nilai itu meningkat 6,3 persen dibandingkan Triwulan I 2025 yang sebesar US$ 3,81 miliar atau setara Rp 62,29 triliun.
*Wisatawan domestik bertumbuh*
Dari sisi wisatawan domestik, Qodari menyebutkan aktivitas perjalanan juga masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan.
Jumlah tersebut naik 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 410,99 juta perjalanan.
Pada Triwulan I 2026, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) diperkirakan berada pada kisaran 4,01 persen hingga 5 persen atau setara Rp 248,11 triliun sampai Rp 309,36 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata tetap menjadi salah satu sektor yang mampu menghasilkan devisa, mendorong perputaran ekonomi daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
"Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif dan resilience (tangguh), baik dari sisi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga ini semakin memperkuat peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Qodari.

0Komentar