INFONASIONALNEWS - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai polemik kategori desil yang belakangan ramai dipersoalkan masyarakat. Sejumlah warga menilai status desil yang tercantum tidak menggambarkan kondisi ekonomi mereka yang sebenarnya.

Mengacu pada laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos), desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang ditentukan berdadarkan sejumlah variabel sosial ekonomi. Penilaiannya mencakup kondisi individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi tempat tinggal termasuk daya listrik, hingga kepemilikan aset.

Airlangga menjelaskan, penetapan kelompok desil menggunakan data yang dihimpun melalui mekanisme sensus. Menurut dia, pemerintah saat ini telah memiliuki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data tersebut.

"Desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi, sudah ada DTSEN (data tunggal sosial dan ekonomi nasional)," kata Airlangga di AYANA Midplaza, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).

Kendati demikian, Airlangga belum memberikan penjelasan secara spesifik mengenai bobot atau mekanisme penentuan desil, termasuk apakah kategori tersebut lebih mengacu pada tingkat pengeluaran maupun kepemilikan aset. Ia hanya menegaskan indikator sosial ekonomi yang digunakan dijumpulkan melalui metode survei.

"Ya itu berdasarkan survei," tambahnya.

Polemik mengenai kategori desil kemudian berkembang di tengah masyarakat. Sejumlah warga melakukan pengecekan secara mandiri dan mengaku terkejut setelah mengetahui posisi desil mereka yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga.

Untuk mengetahui kategori desil, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui situs DTSEN dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Informasi tersebut menjadi perhatian karena status desil turut digunakan dalam menentukan penerima sejumlah program bantuan pemerintah. (Zat)